Kalau rizqi itu diukur dari kerja keras...
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.
Jika rizqi itu ditentukan dr waktu kerja...
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD
Jika rizki itu milik orang pintar...
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...
Jika rizqi itu karena jabatan...
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..
Rizqi itu karena kasih sayang Allah.
" Mengejar rizqi, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )
MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU
“Kalaulah anak Adam lari dari rizqinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rizqinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)
Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN
Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", dalam terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.
Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur, Alhamdulillah, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga, sebab berharap
jatuh miskin!
Masya Allah, hebat.
Coba kalau kita ? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun, Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik...
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Subhanalloh
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
"Wahai manusia, di langit ada rizqi bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )
Jadi, yang banyak memberi rizqi itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rizqi
Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN KEPADA ALLAH dibanding urusan dunia yang sementara ini...
آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
(copas WA group)
Rabu, 23 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Promil #4 Inseminasi
Bismillah..,
Jika Mamak sudah sampai ke tahap ini, berarti besar kemungkinan mamak sudah melewati tahapan promil alami dengan maupun tanpa obat, dan pastinya promil alternatif juga kan ya.. misal akupunktur, urut, herbal, dll.
Sama hal-nya denganku.
Beberapa kali baca testimoni, kalau pasca operasi Laparoskopi (LO) akan mudah atau cepat hamil alami. Dulu sebelum ketahuan kalau aku ada kista, sempet searching mengenai LO ini.. dan ga kaget juga sih ya, untuk LO ini butuh dana atau biaya yang ga sedikit. Banyak dari pejuang promil yang tidak diketahui penyebab infertilnya berikhtiar salah satunya melalui LO ini. Jadi rahim, indung telur, saluran tuba, servics semua di cek dan dibersihkan jika ada hal yang mengganggu kesuburan.
Kadang, tanpa kita sadari, ada bagian dalam hati kita yang tergerak keinginannya dan secara ga langsung berharap banget bisa LO walaupun sepertinya kalau dipikir secara logika tanpa uang mana mungkin bisa kan ya..
Eh, subhanallah alhamdulillah, Allah kabulkan keinginanku untuk LO ini.. yaah meskipun harus divonis kista terlebih dahulu, hehe.. Tapi aku percayai bahwa ini takdir. Dan akupun LO dengan BPJS alias free tanpa biaya sama sekali.
Pasca LO, hati sudah tenang kembali, karena nyeri haid juga alhamdulillah sudah teratasi. Haid juga langsung normal kembali dan lebih cepat,biasa 29-30 setelah LO siklus haid menjadi 27 hari. Namun sejujurnya aku agak bertanya-tanya, temen-temen yang lain setelah LO kista, pasti diresepin suntik tapros/endrolin/divalin atau ga diresepin obat visanne untuk menekan pertumbuhan kista kembali.
Karena bagi penderita kista sangat riskan, apakah duluan hamil atau kistanya. Setelah diingat-ingat, mungkin karena aku nyampein kalau mau langsung promil, jadi dokter Agus ga ngasih resep obat-obatan diatas. Berharapnya kalau aku segera hamil.
Lewat 2 bulan, aku belum kunjung hamil juga. Cari referensi sana-sini, dan berkat baca-baca di forum Female Dayli (FD), akhirnya aku memutuskan untuk mencoba berikhtiar kembali dengan Inseminasi buatan. Waktu itu inginnya sih segera mungkin, karena katanya golden period untuk promil itu ya antara 3-6 bulan pasca LO. Tapi karena mendadak, kami ditawari rumah sama temen, jadi kami fokus untuk mengurus KPR rumah terlebih dahulu.. Alhamdulillah, masyaAllah, ini benar-benar di luar rencana.. karena kami memang sedang ga megang uang sama sekali untuk ambil kpr rumah ini.. Setelah sebelumnya agak trauma 2x kena tipu untuk urusan beginian.. (next time aku ceritain yaa perjalanan aku sama suami nyari rumah).
Balik lagi, untuk urusan kpr itu agak lama ya.. karena nyiapin dokumen-dokumen, fokus ke pembangunan rumahnya, belum urusan akad bank nya.. Ga terasa sudah 6 bulan pasca LO dan aku belum juga kunjung hamil. Setelah mengantongi info dari temen-temen di FD dan kami pun sudah memantapkan diri untuk inseminasi, akhirnya kami memutuskan untuk inseminasi di klinik Sehati Serpong dengan dr. Handojo, beliau juga praktek di RS Omni Alam Sutera.
Lumayan banyak yang berhasil insem dengan beliau, untuk biaya nya pun di klinik sehati tidak semahal RS-RS swasta lainnya..
Saat mens hari kedua, setelah liat jadwal ternyata dr Han pas lagi praktek di RS Omni Alsut, jadi kita langsung telpon kesana untuk daftar promil dengan beliau. Kesan pertama ketemu beliau sih, orangnya welcome banget, ramah, sederhana, dan ga money oriented sih. Karena pas aku tunjukin berkas-berkas pemeriksaan sebelumnya, kata beliau udah cukup, ga perlu cek-cek ulang lagi. Jadi kita bisa langsung mulai untuk insemnya.
Kami pun langsung di USG karena ini mens hari kedua, jadi penting buat dokternya untuk tau kondisi rahim, apalagi pasca LO aku belum pernah sama sekali untuk USG, apakah sudah bersih dari kista atau belum. Sangat deg-degan pastinya, dari rumah sebelum berangkat juga sebenernya udah agak worried. Dan ternyata apa yang aku khawatirkan betul betul terjadi. Di indung telur kiriku ada kista lagi kurang lebih sebesar 5,3 cm, dan ini bukan ukuran yang kecil. Tapi aku berusaha untuk tenang, dan minta saran dokter bagaimana baiknya.
Dr Han waktu itu menyarankan untuk LO ulang, seketika langsung lemes, karena memang ga siap mental kalau harus LO ulang dalam waktu dekat ini. Mencoba untuk nego dengan dr Han, alhamdulillah beliau setuju untuk mencoba langsung insem. Namanya ikhtiar kan.. Meskipun aku harus bertaruh dengan keadaan kistaku.. Mau ga mau ketika konsumsi obat penyubur lagi, maka akan berpengaruh dengan si kista tersebut bukan ?
Aku juga mantapkan dalam hati, kalau misal insem sampai 3x berturut-turut dan belum berhasil, mungkin bisa dipertimbangkan untuk LO ulang (how saddd.. hiks).
Proses insemku (yang pertama) dan biaya nya kurang lebih segini ya mak;
H2 : RP 830.000,- (konsul 1), USG, + dikasih obat penyubur fertin 1x1 sama asam folat, dan suami diresepin lipesco (RS Omni Alsut). Disuruh dateng langsung ke klinik Sehati pas H10.
H10 : Rp 550.000,- (konsul 2), USG. (klinik Sehati)
Alhamdulillah dapet 2 sel telur kanan kiri, besarnya 1,7cm dan 1,4cm. Aku pikir udah cukup lah ya untuk insem, apalagi aku baca-baca review temen-temen, H10 kontrol itu langsung suntik pemecah telur, besoknya langsung insem ternyata aku insemnya H14. Diinfo juga sama dokter, nanti 15 menit sebelum insem minum 1lt air dan tahan pipis karena rahmiku anteflexi.
Aku tanya sama dr Han, kapan sebaiknya waktu suntik pemecah telur dan waktu terbaik untuk insem. Kata beliau, bagusnya saat sel telur ukurannya minim 2cm dan idealnya 2,2cm. Dan aku sama suami disuruh bikin PR besoknya 2 hari sebelum suntik pemecah telur, antisipasi kalau sel telur sudah pecah duluan. Dikasih opsi sama dr Han mau insem di Omni atau di klinik Sehati. Aku pilih di klinik Sehati, selain faktor biaya, waktunya juga kalau di Omni harus pagi sedangkan aku pagi kerja, jadi ga bisa.
H13 : Rp 520.000,- (malam), suntik pemecah telur. (klinik Sehati)
H14 : Rp 1.750.000,- INSEM (klinik Sehati) dan diresepin obat penguat kandugan tapi harus nebus di luar, karena di klinik Sehati lagi kosong.
Total Rp 3.650.000,- udah konsul, USG + obat. Muraah kan yaaa.. ga nyampe 4 jt.
Yang greget, dari sekian lama proses insem, waktu yang paling menegangkan adalah di saat menunggu 12-14 hari pasca insem.. Dan itu bikin pikiran ga bisa tenang. Hiks..
Tiba saatnya H28 teng, aku mens sodara-sodara.. yang artinya insem pertamaku gagal total.. karena haidku datang ontime tepat pada waktunya. So, aku balik lagi dong ke dr Han, untuk mencoba insem yang ke-2.
Untuk insem keduaku ini, secara proses dan obat ga jauh berbeda sih dengan insem yang pertama. Bedanya obat penyuburnya dinaikin dosisnya aja jadi 2x1. Selebihnya sama.. Oh dan alat untuk memasukkan sperma yang sudah di wash juga ada yang berbeda. Itu aku agak kurang paham ya..
Intinya aja, dan insem keduaku pun gagal mak.. Tapi insem yg keduaku itu pas gagal ya ga sesedih insem pertama sih, biasa aja.. Cuma karena masih numpang di rumah mertua (ehh, rumah udah jadi sih, tapi belum ditempatin), jadi mertua pun tau kalau aku insem, yaa secara ga langsung ini bikin down juga sih mak.. Pengennya kalau promil itu ga ada siapa2 yang tau. Karena kalau ada yang tau dan kita gagal, jadi agak gimana gitu.. Perjuangan yang sungguh melelahkan, masyaAllah.
Setelah insem keduaku pun berakhir sad ending, untuk lanjut insem yang ke-3 aku agak ragu. Mungkin karena merasa udah lelah ya.. padahal dibanding perjuangan temen-temen yang sampai tahap IVF, perjuanganku belum apa-apa.
Dari situ pingin banget nyari second opinion mengenai kistaku. Apakah memang perlu LO ulang atau mending di hold dulu sambil nabung-nabung untuk IVF. Jadi kalaupun harus LO ulang ya sekalian bablas untuk IVF.
Awalnya konsul online, inbox FB ke salah satu dokter yang mayan terkenal juga di dunia maya, dr Susi, SpoG. Beliau menyarankan untuk nabung aja persiapan IVF, dibanding harus LO ulang.
Masih belum puas juga, aku dan suami langsung ke RSIA Hermina Ciputat untuk konsul dengan Dr. Malvin Emeraldi, SpoG (k). Beliau juga sama, tidak menyarankan untuk operasi ulang, karena efeknya akan jauh lebih banyak.. seperti perlengketan, dll. Beliau menyarankan untuk nabung persiapan IVF. Beliaupun menjelaskan, ada proses mirip dengan IVF tapi lebih alami dan biayanya juga masih terjangkau, namanya adalah IVM. Mungkin mamak-mamak bisa googling aja ya.. untuk lebih jelasnya mengenai IVM ini.
Pertemuan dengan dr Malvin di bulan Desember 2018 itu, adalah pertemuan terakhirku untuk promil medis.. Dr malvin pun tidak memberikan resep obat apapun. Oya sebenarnya kami dikasih surat untuk cek HSG ulang dan cek AMH ulang untuk mengetahui saluran tuba dan cadangan sel telurku pasca LO karena efek LO juga berpengaruh kesitu juga. Karena terhambat biaya, jadi kami urungkan.
Dr malvin pun menyemangati kami, bahwa tidak ada yang sulit, membuat kehamilan ini sangat mudah bagi Allah. Selalu dan selalu berprasangka baiklah sama Allah yaaa. Semangattt !
Cukup sekian kisah insemku ya mak.. Next promil apa yaaa.. hehe, stay tune aja di blog ini.. insyaAllah aku ceritakan lagi ngapain aja setelah itu..Mohon maaf kalau tulisannya acak adut ya..
Salam pejuang kehidupan !
Jika Mamak sudah sampai ke tahap ini, berarti besar kemungkinan mamak sudah melewati tahapan promil alami dengan maupun tanpa obat, dan pastinya promil alternatif juga kan ya.. misal akupunktur, urut, herbal, dll.
Sama hal-nya denganku.
Beberapa kali baca testimoni, kalau pasca operasi Laparoskopi (LO) akan mudah atau cepat hamil alami. Dulu sebelum ketahuan kalau aku ada kista, sempet searching mengenai LO ini.. dan ga kaget juga sih ya, untuk LO ini butuh dana atau biaya yang ga sedikit. Banyak dari pejuang promil yang tidak diketahui penyebab infertilnya berikhtiar salah satunya melalui LO ini. Jadi rahim, indung telur, saluran tuba, servics semua di cek dan dibersihkan jika ada hal yang mengganggu kesuburan.
Kadang, tanpa kita sadari, ada bagian dalam hati kita yang tergerak keinginannya dan secara ga langsung berharap banget bisa LO walaupun sepertinya kalau dipikir secara logika tanpa uang mana mungkin bisa kan ya..
Eh, subhanallah alhamdulillah, Allah kabulkan keinginanku untuk LO ini.. yaah meskipun harus divonis kista terlebih dahulu, hehe.. Tapi aku percayai bahwa ini takdir. Dan akupun LO dengan BPJS alias free tanpa biaya sama sekali.
Pasca LO, hati sudah tenang kembali, karena nyeri haid juga alhamdulillah sudah teratasi. Haid juga langsung normal kembali dan lebih cepat,biasa 29-30 setelah LO siklus haid menjadi 27 hari. Namun sejujurnya aku agak bertanya-tanya, temen-temen yang lain setelah LO kista, pasti diresepin suntik tapros/endrolin/divalin atau ga diresepin obat visanne untuk menekan pertumbuhan kista kembali.
Karena bagi penderita kista sangat riskan, apakah duluan hamil atau kistanya. Setelah diingat-ingat, mungkin karena aku nyampein kalau mau langsung promil, jadi dokter Agus ga ngasih resep obat-obatan diatas. Berharapnya kalau aku segera hamil.
Lewat 2 bulan, aku belum kunjung hamil juga. Cari referensi sana-sini, dan berkat baca-baca di forum Female Dayli (FD), akhirnya aku memutuskan untuk mencoba berikhtiar kembali dengan Inseminasi buatan. Waktu itu inginnya sih segera mungkin, karena katanya golden period untuk promil itu ya antara 3-6 bulan pasca LO. Tapi karena mendadak, kami ditawari rumah sama temen, jadi kami fokus untuk mengurus KPR rumah terlebih dahulu.. Alhamdulillah, masyaAllah, ini benar-benar di luar rencana.. karena kami memang sedang ga megang uang sama sekali untuk ambil kpr rumah ini.. Setelah sebelumnya agak trauma 2x kena tipu untuk urusan beginian.. (next time aku ceritain yaa perjalanan aku sama suami nyari rumah).
Balik lagi, untuk urusan kpr itu agak lama ya.. karena nyiapin dokumen-dokumen, fokus ke pembangunan rumahnya, belum urusan akad bank nya.. Ga terasa sudah 6 bulan pasca LO dan aku belum juga kunjung hamil. Setelah mengantongi info dari temen-temen di FD dan kami pun sudah memantapkan diri untuk inseminasi, akhirnya kami memutuskan untuk inseminasi di klinik Sehati Serpong dengan dr. Handojo, beliau juga praktek di RS Omni Alam Sutera.
Lumayan banyak yang berhasil insem dengan beliau, untuk biaya nya pun di klinik sehati tidak semahal RS-RS swasta lainnya..
Saat mens hari kedua, setelah liat jadwal ternyata dr Han pas lagi praktek di RS Omni Alsut, jadi kita langsung telpon kesana untuk daftar promil dengan beliau. Kesan pertama ketemu beliau sih, orangnya welcome banget, ramah, sederhana, dan ga money oriented sih. Karena pas aku tunjukin berkas-berkas pemeriksaan sebelumnya, kata beliau udah cukup, ga perlu cek-cek ulang lagi. Jadi kita bisa langsung mulai untuk insemnya.
Kami pun langsung di USG karena ini mens hari kedua, jadi penting buat dokternya untuk tau kondisi rahim, apalagi pasca LO aku belum pernah sama sekali untuk USG, apakah sudah bersih dari kista atau belum. Sangat deg-degan pastinya, dari rumah sebelum berangkat juga sebenernya udah agak worried. Dan ternyata apa yang aku khawatirkan betul betul terjadi. Di indung telur kiriku ada kista lagi kurang lebih sebesar 5,3 cm, dan ini bukan ukuran yang kecil. Tapi aku berusaha untuk tenang, dan minta saran dokter bagaimana baiknya.
Dr Han waktu itu menyarankan untuk LO ulang, seketika langsung lemes, karena memang ga siap mental kalau harus LO ulang dalam waktu dekat ini. Mencoba untuk nego dengan dr Han, alhamdulillah beliau setuju untuk mencoba langsung insem. Namanya ikhtiar kan.. Meskipun aku harus bertaruh dengan keadaan kistaku.. Mau ga mau ketika konsumsi obat penyubur lagi, maka akan berpengaruh dengan si kista tersebut bukan ?
Aku juga mantapkan dalam hati, kalau misal insem sampai 3x berturut-turut dan belum berhasil, mungkin bisa dipertimbangkan untuk LO ulang (how saddd.. hiks).
Proses insemku (yang pertama) dan biaya nya kurang lebih segini ya mak;
H2 : RP 830.000,- (konsul 1), USG, + dikasih obat penyubur fertin 1x1 sama asam folat, dan suami diresepin lipesco (RS Omni Alsut). Disuruh dateng langsung ke klinik Sehati pas H10.
H10 : Rp 550.000,- (konsul 2), USG. (klinik Sehati)
Alhamdulillah dapet 2 sel telur kanan kiri, besarnya 1,7cm dan 1,4cm. Aku pikir udah cukup lah ya untuk insem, apalagi aku baca-baca review temen-temen, H10 kontrol itu langsung suntik pemecah telur, besoknya langsung insem ternyata aku insemnya H14. Diinfo juga sama dokter, nanti 15 menit sebelum insem minum 1lt air dan tahan pipis karena rahmiku anteflexi.
Aku tanya sama dr Han, kapan sebaiknya waktu suntik pemecah telur dan waktu terbaik untuk insem. Kata beliau, bagusnya saat sel telur ukurannya minim 2cm dan idealnya 2,2cm. Dan aku sama suami disuruh bikin PR besoknya 2 hari sebelum suntik pemecah telur, antisipasi kalau sel telur sudah pecah duluan. Dikasih opsi sama dr Han mau insem di Omni atau di klinik Sehati. Aku pilih di klinik Sehati, selain faktor biaya, waktunya juga kalau di Omni harus pagi sedangkan aku pagi kerja, jadi ga bisa.
H13 : Rp 520.000,- (malam), suntik pemecah telur. (klinik Sehati)
H14 : Rp 1.750.000,- INSEM (klinik Sehati) dan diresepin obat penguat kandugan tapi harus nebus di luar, karena di klinik Sehati lagi kosong.
Total Rp 3.650.000,- udah konsul, USG + obat. Muraah kan yaaa.. ga nyampe 4 jt.
Yang greget, dari sekian lama proses insem, waktu yang paling menegangkan adalah di saat menunggu 12-14 hari pasca insem.. Dan itu bikin pikiran ga bisa tenang. Hiks..
Tiba saatnya H28 teng, aku mens sodara-sodara.. yang artinya insem pertamaku gagal total.. karena haidku datang ontime tepat pada waktunya. So, aku balik lagi dong ke dr Han, untuk mencoba insem yang ke-2.
Untuk insem keduaku ini, secara proses dan obat ga jauh berbeda sih dengan insem yang pertama. Bedanya obat penyuburnya dinaikin dosisnya aja jadi 2x1. Selebihnya sama.. Oh dan alat untuk memasukkan sperma yang sudah di wash juga ada yang berbeda. Itu aku agak kurang paham ya..
Intinya aja, dan insem keduaku pun gagal mak.. Tapi insem yg keduaku itu pas gagal ya ga sesedih insem pertama sih, biasa aja.. Cuma karena masih numpang di rumah mertua (ehh, rumah udah jadi sih, tapi belum ditempatin), jadi mertua pun tau kalau aku insem, yaa secara ga langsung ini bikin down juga sih mak.. Pengennya kalau promil itu ga ada siapa2 yang tau. Karena kalau ada yang tau dan kita gagal, jadi agak gimana gitu.. Perjuangan yang sungguh melelahkan, masyaAllah.
Setelah insem keduaku pun berakhir sad ending, untuk lanjut insem yang ke-3 aku agak ragu. Mungkin karena merasa udah lelah ya.. padahal dibanding perjuangan temen-temen yang sampai tahap IVF, perjuanganku belum apa-apa.
Dari situ pingin banget nyari second opinion mengenai kistaku. Apakah memang perlu LO ulang atau mending di hold dulu sambil nabung-nabung untuk IVF. Jadi kalaupun harus LO ulang ya sekalian bablas untuk IVF.
Awalnya konsul online, inbox FB ke salah satu dokter yang mayan terkenal juga di dunia maya, dr Susi, SpoG. Beliau menyarankan untuk nabung aja persiapan IVF, dibanding harus LO ulang.
Masih belum puas juga, aku dan suami langsung ke RSIA Hermina Ciputat untuk konsul dengan Dr. Malvin Emeraldi, SpoG (k). Beliau juga sama, tidak menyarankan untuk operasi ulang, karena efeknya akan jauh lebih banyak.. seperti perlengketan, dll. Beliau menyarankan untuk nabung persiapan IVF. Beliaupun menjelaskan, ada proses mirip dengan IVF tapi lebih alami dan biayanya juga masih terjangkau, namanya adalah IVM. Mungkin mamak-mamak bisa googling aja ya.. untuk lebih jelasnya mengenai IVM ini.
Pertemuan dengan dr Malvin di bulan Desember 2018 itu, adalah pertemuan terakhirku untuk promil medis.. Dr malvin pun tidak memberikan resep obat apapun. Oya sebenarnya kami dikasih surat untuk cek HSG ulang dan cek AMH ulang untuk mengetahui saluran tuba dan cadangan sel telurku pasca LO karena efek LO juga berpengaruh kesitu juga. Karena terhambat biaya, jadi kami urungkan.
Dr malvin pun menyemangati kami, bahwa tidak ada yang sulit, membuat kehamilan ini sangat mudah bagi Allah. Selalu dan selalu berprasangka baiklah sama Allah yaaa. Semangattt !
Cukup sekian kisah insemku ya mak.. Next promil apa yaaa.. hehe, stay tune aja di blog ini.. insyaAllah aku ceritakan lagi ngapain aja setelah itu..Mohon maaf kalau tulisannya acak adut ya..
Salam pejuang kehidupan !
Jumat, 18 Oktober 2019
Laparoskopi
Sudah lama ingin nulis pengalamanku laparoskopi (LO) kista endometriosis / kista coklat, tapi apa daya malah kelupaan.. Blog ini pun secara ga sengaja nemu pas lagi googling sesuatu.. Jadi coba-coba untuk masuk lagi (sempet kebingungan cara masuk ke blog sendiri, wkwk_ maklum pemula).
Jadi alhamdulillah.. hari Jum'at 23 Maret 2018 terlaksana juga aku operasi LO. Awalnya tegang, deg2an, ga bisa diungkapkan dengan kata-kata deh karena ini sekali-kalinya aku rawat inap di RS, untuk operasi pula. Tapi sangat-sangat bersyukur punya suami yang support banget, ikhlas banget nungguin bolak balik ke RS, ngurus administrasi.. Ya meskipun sedih ga ada yang nengokin, hahaha.. Pas banget temen2 kantor ada acara keluar kota sih, terus sengaja ga ngabarin temen2 deket.. Apalah, masak ngasih kabar yang ga nyenengin gini ye kan..
Dimana aku LO dan dengan dokter siapa, mungkin aku ceritain ulang lagi aja ya, siapa tau ada yang belum baca tulisan2 aku sebelumnya..
Jadi aku LO dengan dr Agus Surur Asaadi, SpoG (k) di RS Fatmawati, dengan pembayaran via BPJS alias semua FREE.. alhamdulillah ini sangat-sangat ngebantu banget, karena jika berbayar pasti butuh biaya yang ga sedikit.. bisa sekitar 30-45 juta pengalaman temen-temen sih.
Ini aku mau cerita detail, tapi agak-agak lupa.. Padahal niat banget waktu itu sengaja foto-foto biar lebih greget gitu ceritanya.. masih ada fotonya di HP, next time semoga bisa aku posting ya..
So, ini berdasar yang aku inget aja.. Oya, beberapa cerita inti karena aku udah pernah post di forum female dayli, jadi tadi sempet ngubek-ngubek postingan aku biar ngarangnya ga kebangetan karena lupa, hehe..
Aku dapet jadwal LO di hari Jum'at 23 Maret 2018. Inipun harus antri, buat dapetin jadwal itu udah antri dari bulan Januari 2018 loh.. Nah hari Rabu tanggal 21 Maretnya aku diminta dateng, aku pikir, oke bakal ijin kantor setengah hari seperti biasa kalau aku konsul kesini kan.. Udah niat banget ngantor abis dari RSF. Eh pas dateng diantar suami, ga taunya sama suster udah langsung rawat inap.. kaget dong yaah.. kirain operasi jumat, biasanya mulai masuk sehari sebelumnya yakni kamis.
Sempet nego juga sama susternya, eh kata susternya kalau ga masuk sekarang blm tentu nanti2 dapet kamar.. Oke fine, untungnya malem Rabu di rumah udah prepare tas yang buat ranap di RS.. macam ibu2 mau melahirkan gitu , bawa baju ganti, perlengkapan mandi, perlengkapan sholat, dll.
Setelah itu langsung ngabarin atasan dong ya, kalau ga bisa masuk kerja karena hrs masuk RS hari itu juga.. Tadinya ga info ke temen2 yang lain, tapi akhirnya di share juga sama atasan.. Well its OK.
Nah pas hari Rabu itu aku masuk lain sendiri ya.. karena kan persiapan kerja, jadi masih pake pakaian resmi kerja gitu.. Pas masuk setelah ngurus administrasi, diantar ke ruang rawat inapnya.. Dan dapet giliran antri dipanggil perawat utk ambil darah dan masukin jarum utk pasang selang infus. Pas pasang selang infus itu aku agak kaget, lah emang langsung diinfus ya.. ternyata tidak sodara-sodara.. Dan itu aku sebel harus nahan sakit di tangan sampai hari Jumat tiba.. kan jadi bengkak tangan akuuu.. Mandi pun jadi susah, ribet..
Biasanya kalau kerja kan aku jarang banget sarapan ya.. Pengen banget siang itu aku langsung makan, tapi tidaaak.. ternyata aku udah harus puasa .. hikss.. Sama ahli gizi juga aku udah di data hanya minum susu sampe hari Jumat.. ditambah malem jumatnya aku dikasih pencahar minum..
Apalah ini yg dikeluarkan nanti.. jadinya ya air-air doang yang dikeluarin..
Hari jumat sebelum subuh, suster udah dateng untuk infoin harus mandi keramas. Okey.. sekarang giliran aku.. Karena aku di kamar kelas 2, jadi di ruangan itu ada 4 orang yang bergiliran Operasi.
Dari situ aku udah mulai tegaaaang bangettt.. Alhamdulillah suami terus2an nenangin.
Setelah wangi, sambil nunggu suster dateng, sambil ga lepas dari dzikir.. Suster dateng sekitar jam setengah 6 atau jam 6-an agak lupa.. Diantar lah aku pake kursi roda. Aku tanya ke suster dong.. "sus, saya bisa jalan sendiri, saya jalan aja .. kan berat".. Soalnya jauh boo dari ranap ke ruang persiapan operasi. Eh sama susternya ga dibolehin, katanya nanti dia dimarahin.. Okelah,, sambil sesekali si mbak susternya minta tolong pak suami utk bantu gantian dorongin kursi roda.
Sampai di ruang persiapan operasi, aku diminta untuk ganti baju operasi, semua perhiasan juga dilepas, terus cek2 tensi sama ada interview sedikit sama petugas.. sambil bergiliran dipanggil untuk masuk ruang operasi.. tentu aja udah di bed yang didorong2.
Kesan aku untuk pertama kali sih, dari ruang persiapan operasi sampai ke ruang operasi, tempatnya nyaman, bersih, steril, adem.. Pokoknya enak.. mengenyampingkan rasa takut sama alat-alat yang di ruang operasi ya..
Sampai di tempat operasi, alhamdulillah tim-tim dokternya baik-baik.. ramah, sambil diajak ngobrol skin test, suntik antibiotik, trus disuntik lagi entah apa.. sambil dengerin percakapan di tim yang nyante banget sambil becandaan.. daaaan.. pas melek tau-tau udah diruang pemulihan.. Dengan beberapa orang yang abis operasi jg.. Whaaa.. ga berasa banget, sampe mikir.. ini beneran udah selesai?
Alhamdulillah masuk ke ruang operasi sekitar jam 7, waktu itu dr Agus nya blm dateng .. entah datengnya jam berapa karena kondisi udah ga sadar. Dan selesai dibawa ke ruang ranap sekitar jam 12-an setelah sholat Jumat. Pas keluar dari ruang pemulihan pertama kali liat muka suamiku, aduuh rasanya kangen speechless kayak berbulan-bulan ga ketemu.. langsung deh dicium kening aku.. huhu.. so sweet..
Hasil LO, ternyata aku kista ga cuma 1 di kanan, ternyata di kiri juga ada, ada perlengketan di tuba kanan dan belum berhasil di koreksi sama dr agus, terus ada polip rahim juga dan udah dibersihkan..
Oya lupa, jadi selain LO, sama dr Agus sekalian hysteroskopi.. Jadi biar semua penyakit yg ada di mulut rahim dan di sekitar rahim sekalian dibersihkan.. (terima kasih dr Agus).
Jadi itu ya pengalaman aku LO. Ada 4 titik kecil. Setelah itu rasanya ga terlalu sakit sih, udah langsung bisa miring kanan kiri, duduk. Dan ga boleh makan dulu sampai kentut atau terdengar pergerakan usus. Alhamdulillah itu juga ga lama kok malemnya langsung makan. Dr Agus juga berkunjung juga, agak lupa malem atau paginya gitu. Sempet ngobrol bentar juga.. intinya dokternya baik banget, kebapakan.. dan sudah ahli dibidang ini.. Semua dokter spesialis di RSF menurutku bagus sih.. cuma sayang fasilitasnya yang agak kurang bersih dll, dibanding RS swasta jauuh. Semoga pemerintah lebih aware yaa sama fasilitas pasien terutama kebersihannya.
Sabtu paginya dimandiin sama suster, agak malu yaa meski sesama cewek.
Terus minggu pagi aku udah minta pulang, ga betah di RS. Senin udah bebenah, Selasa udah masuk kerja.. Minggu depannya udah aerobik garis keras (loncat-loncatan maksudnya). wkwk
Untuk temen-temen, jangan ditiru yaa,, karena setelah LO butuh istirahat yang cukup. Apalagi jika untuk persiapan promil. Olahraga perlu, tapi yang ringan-ringan aja dulu.
Terima kasih ya temen-temen sudah berkenan membaca. InsyaAllah next aku mau cerita tentang inseminasi ku.. Yep, sudah pernah insem juga dong pasca LO.. hehe..
See Yaa !
Jadi alhamdulillah.. hari Jum'at 23 Maret 2018 terlaksana juga aku operasi LO. Awalnya tegang, deg2an, ga bisa diungkapkan dengan kata-kata deh karena ini sekali-kalinya aku rawat inap di RS, untuk operasi pula. Tapi sangat-sangat bersyukur punya suami yang support banget, ikhlas banget nungguin bolak balik ke RS, ngurus administrasi.. Ya meskipun sedih ga ada yang nengokin, hahaha.. Pas banget temen2 kantor ada acara keluar kota sih, terus sengaja ga ngabarin temen2 deket.. Apalah, masak ngasih kabar yang ga nyenengin gini ye kan..
Dimana aku LO dan dengan dokter siapa, mungkin aku ceritain ulang lagi aja ya, siapa tau ada yang belum baca tulisan2 aku sebelumnya..
Jadi aku LO dengan dr Agus Surur Asaadi, SpoG (k) di RS Fatmawati, dengan pembayaran via BPJS alias semua FREE.. alhamdulillah ini sangat-sangat ngebantu banget, karena jika berbayar pasti butuh biaya yang ga sedikit.. bisa sekitar 30-45 juta pengalaman temen-temen sih.
Ini aku mau cerita detail, tapi agak-agak lupa.. Padahal niat banget waktu itu sengaja foto-foto biar lebih greget gitu ceritanya.. masih ada fotonya di HP, next time semoga bisa aku posting ya..
So, ini berdasar yang aku inget aja.. Oya, beberapa cerita inti karena aku udah pernah post di forum female dayli, jadi tadi sempet ngubek-ngubek postingan aku biar ngarangnya ga kebangetan karena lupa, hehe..
Aku dapet jadwal LO di hari Jum'at 23 Maret 2018. Inipun harus antri, buat dapetin jadwal itu udah antri dari bulan Januari 2018 loh.. Nah hari Rabu tanggal 21 Maretnya aku diminta dateng, aku pikir, oke bakal ijin kantor setengah hari seperti biasa kalau aku konsul kesini kan.. Udah niat banget ngantor abis dari RSF. Eh pas dateng diantar suami, ga taunya sama suster udah langsung rawat inap.. kaget dong yaah.. kirain operasi jumat, biasanya mulai masuk sehari sebelumnya yakni kamis.
Sempet nego juga sama susternya, eh kata susternya kalau ga masuk sekarang blm tentu nanti2 dapet kamar.. Oke fine, untungnya malem Rabu di rumah udah prepare tas yang buat ranap di RS.. macam ibu2 mau melahirkan gitu , bawa baju ganti, perlengkapan mandi, perlengkapan sholat, dll.
Setelah itu langsung ngabarin atasan dong ya, kalau ga bisa masuk kerja karena hrs masuk RS hari itu juga.. Tadinya ga info ke temen2 yang lain, tapi akhirnya di share juga sama atasan.. Well its OK.
Nah pas hari Rabu itu aku masuk lain sendiri ya.. karena kan persiapan kerja, jadi masih pake pakaian resmi kerja gitu.. Pas masuk setelah ngurus administrasi, diantar ke ruang rawat inapnya.. Dan dapet giliran antri dipanggil perawat utk ambil darah dan masukin jarum utk pasang selang infus. Pas pasang selang infus itu aku agak kaget, lah emang langsung diinfus ya.. ternyata tidak sodara-sodara.. Dan itu aku sebel harus nahan sakit di tangan sampai hari Jumat tiba.. kan jadi bengkak tangan akuuu.. Mandi pun jadi susah, ribet..
Biasanya kalau kerja kan aku jarang banget sarapan ya.. Pengen banget siang itu aku langsung makan, tapi tidaaak.. ternyata aku udah harus puasa .. hikss.. Sama ahli gizi juga aku udah di data hanya minum susu sampe hari Jumat.. ditambah malem jumatnya aku dikasih pencahar minum..
Apalah ini yg dikeluarkan nanti.. jadinya ya air-air doang yang dikeluarin..
Hari jumat sebelum subuh, suster udah dateng untuk infoin harus mandi keramas. Okey.. sekarang giliran aku.. Karena aku di kamar kelas 2, jadi di ruangan itu ada 4 orang yang bergiliran Operasi.
Dari situ aku udah mulai tegaaaang bangettt.. Alhamdulillah suami terus2an nenangin.
Setelah wangi, sambil nunggu suster dateng, sambil ga lepas dari dzikir.. Suster dateng sekitar jam setengah 6 atau jam 6-an agak lupa.. Diantar lah aku pake kursi roda. Aku tanya ke suster dong.. "sus, saya bisa jalan sendiri, saya jalan aja .. kan berat".. Soalnya jauh boo dari ranap ke ruang persiapan operasi. Eh sama susternya ga dibolehin, katanya nanti dia dimarahin.. Okelah,, sambil sesekali si mbak susternya minta tolong pak suami utk bantu gantian dorongin kursi roda.
Sampai di ruang persiapan operasi, aku diminta untuk ganti baju operasi, semua perhiasan juga dilepas, terus cek2 tensi sama ada interview sedikit sama petugas.. sambil bergiliran dipanggil untuk masuk ruang operasi.. tentu aja udah di bed yang didorong2.
Kesan aku untuk pertama kali sih, dari ruang persiapan operasi sampai ke ruang operasi, tempatnya nyaman, bersih, steril, adem.. Pokoknya enak.. mengenyampingkan rasa takut sama alat-alat yang di ruang operasi ya..
Sampai di tempat operasi, alhamdulillah tim-tim dokternya baik-baik.. ramah, sambil diajak ngobrol skin test, suntik antibiotik, trus disuntik lagi entah apa.. sambil dengerin percakapan di tim yang nyante banget sambil becandaan.. daaaan.. pas melek tau-tau udah diruang pemulihan.. Dengan beberapa orang yang abis operasi jg.. Whaaa.. ga berasa banget, sampe mikir.. ini beneran udah selesai?
Alhamdulillah masuk ke ruang operasi sekitar jam 7, waktu itu dr Agus nya blm dateng .. entah datengnya jam berapa karena kondisi udah ga sadar. Dan selesai dibawa ke ruang ranap sekitar jam 12-an setelah sholat Jumat. Pas keluar dari ruang pemulihan pertama kali liat muka suamiku, aduuh rasanya kangen speechless kayak berbulan-bulan ga ketemu.. langsung deh dicium kening aku.. huhu.. so sweet..
Hasil LO, ternyata aku kista ga cuma 1 di kanan, ternyata di kiri juga ada, ada perlengketan di tuba kanan dan belum berhasil di koreksi sama dr agus, terus ada polip rahim juga dan udah dibersihkan..
Oya lupa, jadi selain LO, sama dr Agus sekalian hysteroskopi.. Jadi biar semua penyakit yg ada di mulut rahim dan di sekitar rahim sekalian dibersihkan.. (terima kasih dr Agus).
Jadi itu ya pengalaman aku LO. Ada 4 titik kecil. Setelah itu rasanya ga terlalu sakit sih, udah langsung bisa miring kanan kiri, duduk. Dan ga boleh makan dulu sampai kentut atau terdengar pergerakan usus. Alhamdulillah itu juga ga lama kok malemnya langsung makan. Dr Agus juga berkunjung juga, agak lupa malem atau paginya gitu. Sempet ngobrol bentar juga.. intinya dokternya baik banget, kebapakan.. dan sudah ahli dibidang ini.. Semua dokter spesialis di RSF menurutku bagus sih.. cuma sayang fasilitasnya yang agak kurang bersih dll, dibanding RS swasta jauuh. Semoga pemerintah lebih aware yaa sama fasilitas pasien terutama kebersihannya.
Sabtu paginya dimandiin sama suster, agak malu yaa meski sesama cewek.
Terus minggu pagi aku udah minta pulang, ga betah di RS. Senin udah bebenah, Selasa udah masuk kerja.. Minggu depannya udah aerobik garis keras (loncat-loncatan maksudnya). wkwk
Untuk temen-temen, jangan ditiru yaa,, karena setelah LO butuh istirahat yang cukup. Apalagi jika untuk persiapan promil. Olahraga perlu, tapi yang ringan-ringan aja dulu.
Terima kasih ya temen-temen sudah berkenan membaca. InsyaAllah next aku mau cerita tentang inseminasi ku.. Yep, sudah pernah insem juga dong pasca LO.. hehe..
See Yaa !
Senin, 12 Maret 2018
RUMUS TAMBAH RIZQI & HARTA :
RUMUS TAMBAH RIZQI & HARTA
1. BERSYUKUR
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya JIKA KAMU BERSYUKUR, niscaya Aku akan MENAMBAH (NIKMAT) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(Qs. Ibrohim : 7)
Aplikasinya :
Setiap kita mendapatkan nikmat sekecil atau seremeh-temeh apapun, ucapkan Alhamdulillah dg hati yg senang dan bersyukur.
2. BANYAK BERISTIGHFAR - MEMOHON AMPUN ATAS DOSA
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
maka aku berkata (kepada mereka), “MOHONLAH AMPUNAN kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia MEMPERBANYAK HARTA dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
(Qs. Nuh : 10-12)
Aplikasinya :
Rutinkan beristighfar minimal 100x sehari. Lebih utama di pagi hari, dan lakukan istiqomah SETIAP HARI TANPA TERLEWAT SEHARI PUN
3. MENDO'AKAN ORANG LAIN TANPA SEPENGETAHUANNYA : AGAR RIZQI NYA HALAL, LUAS, MELIMPAH & BAROKAH
إن دعوة المرء المسلم مستجابة لأخيه بظهر الغيب، عند رأسه ملك موكل، كلما دعا لأخيه بخير، قال: آمين، ولك بمثل”. قال: فلقيت أبا الدرداء في السوق، فقال مثل ذلك، يأثر عن النبي صلى الله عليه وسلم.
“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan).
Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas meng-Aamiin-kan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan yang sama dengan saudaramu tadi.”
(HR. Shohih Muslim)
*Aplikasinya :
LATIH DIRI KITA AGAR SETIAP melihat pedagang buah, tukang bakso, siomay, dll do'akan dalam hati agar dagangannya laris, rizqi nya melimpah luas dan barokah
Ketika lihat tukang service jam, tukang jahit, permak, sol sepatu, do'akan tanpa sepengetahuannya agar usahanya lancar, pelanggan nya puas dan senang, rizqi nya banyak melimpah berkah dan datang dari arah yg tidak disangka2.
demikian juga biasakan berdo'a dg sembunyi2 untuk orang2 lainnya.
RASAKAN SENDIRI PERBAIKAN DALAM HIDUPMU DENGAN SEGERA, INSYAA ALLOH... , dan bersyukurlah dg sebenar2nya
Wallohu a'lam
1. BERSYUKUR
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya JIKA KAMU BERSYUKUR, niscaya Aku akan MENAMBAH (NIKMAT) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(Qs. Ibrohim : 7)
Aplikasinya :
Setiap kita mendapatkan nikmat sekecil atau seremeh-temeh apapun, ucapkan Alhamdulillah dg hati yg senang dan bersyukur.
2. BANYAK BERISTIGHFAR - MEMOHON AMPUN ATAS DOSA
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
maka aku berkata (kepada mereka), “MOHONLAH AMPUNAN kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia MEMPERBANYAK HARTA dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”
(Qs. Nuh : 10-12)
Aplikasinya :
Rutinkan beristighfar minimal 100x sehari. Lebih utama di pagi hari, dan lakukan istiqomah SETIAP HARI TANPA TERLEWAT SEHARI PUN
3. MENDO'AKAN ORANG LAIN TANPA SEPENGETAHUANNYA : AGAR RIZQI NYA HALAL, LUAS, MELIMPAH & BAROKAH
إن دعوة المرء المسلم مستجابة لأخيه بظهر الغيب، عند رأسه ملك موكل، كلما دعا لأخيه بخير، قال: آمين، ولك بمثل”. قال: فلقيت أبا الدرداء في السوق، فقال مثل ذلك، يأثر عن النبي صلى الله عليه وسلم.
“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan).
Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas meng-Aamiin-kan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan yang sama dengan saudaramu tadi.”
(HR. Shohih Muslim)
*Aplikasinya :
LATIH DIRI KITA AGAR SETIAP melihat pedagang buah, tukang bakso, siomay, dll do'akan dalam hati agar dagangannya laris, rizqi nya melimpah luas dan barokah
Ketika lihat tukang service jam, tukang jahit, permak, sol sepatu, do'akan tanpa sepengetahuannya agar usahanya lancar, pelanggan nya puas dan senang, rizqi nya banyak melimpah berkah dan datang dari arah yg tidak disangka2.
demikian juga biasakan berdo'a dg sembunyi2 untuk orang2 lainnya.
RASAKAN SENDIRI PERBAIKAN DALAM HIDUPMU DENGAN SEGERA, INSYAA ALLOH... , dan bersyukurlah dg sebenar2nya
Wallohu a'lam
MBAH JUM
MBAH JUM
Oleh : Irene Radjiman
Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.
Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.
Saat kutanya : “kenapa begitu ?”
“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”
“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi
“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi
“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.
Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.
Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.
Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”
mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).
Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.
Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).
Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.
“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).
Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.
Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.
Oleh : Irene Radjiman
Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.
Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.
Saat kutanya : “kenapa begitu ?”
“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”
“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi
“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi
“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.
Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.
Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.
Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”
mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).
Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.
Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).
Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.
“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).
Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.
Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.
Persiapan LO - Laparoskopi ; Konsul Dokter Penyakit Dalam, Jantung, Anastesi (12,13,14 Maret 2018)
Konsul Dokter Penyakit Dalam (12 Maret 2018)
Di RSUP Fatmawati, kita konsul ke poli sehari maksimal 1 poli. Jadi ga kayak di RS swasta gitu yang bisa semuanya dilakukan dalam 1 kali kunjungan. Dan untuk berkunjung ke 1 poli aja, masyaAllah bener2 bikin sakit kepala.. karena antriannya banyak banget.. Semisal hari ini aku ke poli penyakit dalam, jam stgh 8 aku udah standby di loket pendaftaran.. tapi baru dipanggil di loket itu jam stgh 10. Setelah itu antri lagi di poli nya.. dan aku baru dipanggil itu jam 11an menjelang dhuhur karena pas keluar Poli pas banget adzan dhuhur.. Padahal mah ketemu dokternya kayaknya ga ada 5 menit deh.. Cuma ditanya riwayat penyakit aja sama dibilangin kalau hasil cek lab nya bagus ga ada masalah, dan kamu saya acc untuk operasi. Wis gitu thok.. Lanjut besok untuk konsul dokter jantung, besoknya baru ke dokter anastesi.. Yang anastesi itu tanpa pengantar, cuma dibilangin sama suster di penyakit dalam pas ngumpulin mapnya.
Oya untuk hasil cek lab nya bener2 aku lupa foto.. padahal nginep di rumah hampir seminggu itu.. ga tau juga kalau hasil lab nya bakal di ambil. Tapi ya meskipun di fotoin kita ga ngerti juga bacanya..
Kalau yang aku lihat sih ada sedikit bakteri di urine nya.. feeling sih karena kurang minum aja.
Konsul Dokter Jantung (13 Maret 2018)
Di poli ini masih sama sih antrinya lama.. Pagi-pagi setelah dari loket pendaftaran, langsung antri ke poli jantungnya.. Karena masih pagi sekitar jam 8 lewat dan dokter belum datang juga.. Jadi di poli jantung diadakan seminar tentang jantung koroner. Dijelaskan juga penyebab-penyebabnya, dan untuk mencegahkan harus bagaimana. Kesannya simple sih ya, tapi ini penting karena kebanyakan penyakit jantung itu mengenai orang usia 50 ke atas.. Orang yang mempunyai keluarga yang punya sakit jantung, kemungkinan akan menurun ke keturunannya tapi ga setiap yang punya sakit jantung adalah turunan dari ortunya.. Kita juga wajib menjaga kesehatan, jaga makan dan rutin olahraga.
Oya, alhamdulillah sih dulu sudah pengalaman rekam jantung (EKG). Buat temen2 yang mau konsul ke poli ini untuk persiapan operasi, usahakan pakai kemeja yaa.. atau baju kaos yang gampang buat dilipat ke atas.. karena kita bener2 telanjang dada untuk rekam jantung ini.. tenang aja.. disini rekam jantungnya dipisah kok antara laki2 dan perempuan..
Setelah EKG baru tunggu panggilan ke dokter jantung.. Sayangnya pas giliranku, para dokter lagi rapat pajak.. Dan pas aku masuk, dokternya masih aja debat masalah pajak..
Ngomongin pajak sih emg sekarang jadi krusial yaa.. di kantorku yang notabene lembaga non profit, sekarang udah dikenakan pajak, dan kita2 juga sudah mulai diwajibkan untuk lapor pajak mandiri tiap bulan.. meskipun ptkp nya nihil. Aku sih ga begitu paham yaa.. silahkan bertanya pada ahlinya.
Eh terus pas ke dokter, dokternya cuma ngecek detak jantuk pake stetoskop, liat berkas dan bilang "bagus". Kayaknya sih ga nyampe 5 menit yaah..
Konsul Dokter Anastesi (14 Maret 2018)
Dan terakhir adalah konsul ke dokter anastesi. Sejauh ini, konsul kesinilah yang tercepat dari semuanya.. Daftarnya juga via online sih langsung dapet nomor, esoknya langsung ke loket 10 yang khusus pendaftaran online.. Menurutku lebih cepet daftar online karena bisa dapet nomor awal, dan antriannya belum sebanyak kalau kita antri di loket aslinya. Habis dari situ ngumpulin ke keranjang poli, ga lama dipanggil untuk tensi dan disuruh isi surat pernyataan menyetujui untuk tindakan anestesi nya.. dipanggil lagi ketemu dokter, cuma ditanya2 sebentar terkait riwayat penyakit, trus diinfo sebelum operasi puasa minimal 6 jam ga makan dan minum, biusnya total. Udah gitu aja trus pulang.. thats simple. Biasanya kelar konsul jam 12 pas dhuhur, eh ini jam 10-an juga udah kelar.
InsyaAllah senin terakhir konsul ke dokter kandungan. Mohon do'anya ya teman-teman..
Eh lupa, disana sih tiap jam 8 teng, di loket selalu ada pengarahan dari petugas. Ada beberapa hal sih yang aku inget, kurang lebih:
Di RSUP Fatmawati, kita konsul ke poli sehari maksimal 1 poli. Jadi ga kayak di RS swasta gitu yang bisa semuanya dilakukan dalam 1 kali kunjungan. Dan untuk berkunjung ke 1 poli aja, masyaAllah bener2 bikin sakit kepala.. karena antriannya banyak banget.. Semisal hari ini aku ke poli penyakit dalam, jam stgh 8 aku udah standby di loket pendaftaran.. tapi baru dipanggil di loket itu jam stgh 10. Setelah itu antri lagi di poli nya.. dan aku baru dipanggil itu jam 11an menjelang dhuhur karena pas keluar Poli pas banget adzan dhuhur.. Padahal mah ketemu dokternya kayaknya ga ada 5 menit deh.. Cuma ditanya riwayat penyakit aja sama dibilangin kalau hasil cek lab nya bagus ga ada masalah, dan kamu saya acc untuk operasi. Wis gitu thok.. Lanjut besok untuk konsul dokter jantung, besoknya baru ke dokter anastesi.. Yang anastesi itu tanpa pengantar, cuma dibilangin sama suster di penyakit dalam pas ngumpulin mapnya.
Oya untuk hasil cek lab nya bener2 aku lupa foto.. padahal nginep di rumah hampir seminggu itu.. ga tau juga kalau hasil lab nya bakal di ambil. Tapi ya meskipun di fotoin kita ga ngerti juga bacanya..
Kalau yang aku lihat sih ada sedikit bakteri di urine nya.. feeling sih karena kurang minum aja.
Konsul Dokter Jantung (13 Maret 2018)
Di poli ini masih sama sih antrinya lama.. Pagi-pagi setelah dari loket pendaftaran, langsung antri ke poli jantungnya.. Karena masih pagi sekitar jam 8 lewat dan dokter belum datang juga.. Jadi di poli jantung diadakan seminar tentang jantung koroner. Dijelaskan juga penyebab-penyebabnya, dan untuk mencegahkan harus bagaimana. Kesannya simple sih ya, tapi ini penting karena kebanyakan penyakit jantung itu mengenai orang usia 50 ke atas.. Orang yang mempunyai keluarga yang punya sakit jantung, kemungkinan akan menurun ke keturunannya tapi ga setiap yang punya sakit jantung adalah turunan dari ortunya.. Kita juga wajib menjaga kesehatan, jaga makan dan rutin olahraga.
Oya, alhamdulillah sih dulu sudah pengalaman rekam jantung (EKG). Buat temen2 yang mau konsul ke poli ini untuk persiapan operasi, usahakan pakai kemeja yaa.. atau baju kaos yang gampang buat dilipat ke atas.. karena kita bener2 telanjang dada untuk rekam jantung ini.. tenang aja.. disini rekam jantungnya dipisah kok antara laki2 dan perempuan..
Setelah EKG baru tunggu panggilan ke dokter jantung.. Sayangnya pas giliranku, para dokter lagi rapat pajak.. Dan pas aku masuk, dokternya masih aja debat masalah pajak..
Ngomongin pajak sih emg sekarang jadi krusial yaa.. di kantorku yang notabene lembaga non profit, sekarang udah dikenakan pajak, dan kita2 juga sudah mulai diwajibkan untuk lapor pajak mandiri tiap bulan.. meskipun ptkp nya nihil. Aku sih ga begitu paham yaa.. silahkan bertanya pada ahlinya.
Eh terus pas ke dokter, dokternya cuma ngecek detak jantuk pake stetoskop, liat berkas dan bilang "bagus". Kayaknya sih ga nyampe 5 menit yaah..
Konsul Dokter Anastesi (14 Maret 2018)
Dan terakhir adalah konsul ke dokter anastesi. Sejauh ini, konsul kesinilah yang tercepat dari semuanya.. Daftarnya juga via online sih langsung dapet nomor, esoknya langsung ke loket 10 yang khusus pendaftaran online.. Menurutku lebih cepet daftar online karena bisa dapet nomor awal, dan antriannya belum sebanyak kalau kita antri di loket aslinya. Habis dari situ ngumpulin ke keranjang poli, ga lama dipanggil untuk tensi dan disuruh isi surat pernyataan menyetujui untuk tindakan anestesi nya.. dipanggil lagi ketemu dokter, cuma ditanya2 sebentar terkait riwayat penyakit, trus diinfo sebelum operasi puasa minimal 6 jam ga makan dan minum, biusnya total. Udah gitu aja trus pulang.. thats simple. Biasanya kelar konsul jam 12 pas dhuhur, eh ini jam 10-an juga udah kelar.
InsyaAllah senin terakhir konsul ke dokter kandungan. Mohon do'anya ya teman-teman..
Eh lupa, disana sih tiap jam 8 teng, di loket selalu ada pengarahan dari petugas. Ada beberapa hal sih yang aku inget, kurang lebih:
- Pendaftaran poli sudah bisa online , pake sistem yang disediakan RS sudah siap cetak nomor antrian atau bisa via web RSUP Fatmawati (di sini). Kecuali poli jantung dan penyakit dalam kalau ga salah, karena dua poli itu sudah cetak tiket dari polinya sendiri. Tapi ini bisa ditanyakan aja ke petugas yaa.. karena lagi fokus antrian jadi agak kurang2 denger gitu deh.
- Pendaftaran poli sudah bisa scan barcode bpjs di tempat pengambilan nomor antrian. Ini baru ada di poli kebidanan dan kandungan aja.
- Peserta bpjs bisa dari klinik/puskes langsung ke fatmawati. Tapi, harus ke kantor bpjs yang di fatmawati dulu baru ambil nomor antrian untuk ke loket pendaftaran. Kata petugasnya sih malah ribet, karena antrian di BPJS nya aja panjang banget.. bahkan bukanya sama dengan jam buka di loket pendaftaran RS. Jadi bisa siang baru kelar pendaftaran di loketnya.. lebih simple kalau dari klinik/puskes ke RS tipe B dulu baru minta rujuk ke RS tipe A (Fatmawati), itu langsung bisa ambil nomor di loket pendaftaran.
- Berkas yang harus dilengkapi atau harus dibawa serta bagi peserta BPJS : copy rujukan dari klinik/puskes, copy rujukan dari RS tipe B dan copy BPJS. Setiap daftar di loket pendaftaran harus menyertakan dua rujukan itu yaa,, meskipun aku waktu itu cuma 1 doang rujukan dari RS tipe B nya aja yang lampirkan. Tapi buat jaga2 daripada bolak balik ya mending dicopy juga sekalian..
- Masa berlaku rujukan adalah 3 bulan sejak diterbitkannya surat rujukan tersebut. Misal di situ tertulis bulan January 2018, maka bulan April kalau mau kesitu untuk konsul, periksa atau kontrol apapun.. harus sudah diperpanjang. Kalau ga ya ga bisa.. eh bisa sih, tapi harus ngurus2 ke kantor bpjs yang di rs fatmawati dulu, ribet.
Itu aja sih.. makasih udah baca !
Selasa, 06 Maret 2018
Bagaimana menabung agar dapat 100 juta pertama?
Bagaimana menabung agar dapat 100 juta pertama?
1. Tunda semua kesenangan yang pake duit. Ex : jajan, beli pakaian, sepatu, tas, etc.
2. Tiap dapat rezeki, langsung alokasikan mau nabung berapa. Jangan nunggu sisa baru nabung.
3. Buka rekening khusus untuk menabung. Tapi rekeningnya yang tanpa atm ya.
4. Setiap menabung di bank, ingat untuk melakukan hal ini : DATANG, TABUNG, LUPAKAN! ---> Maksudnya ga usah diinget-inget lagi kalau kita punya tabungan sekian. Untuk melatih otak kita agar tidak panas saat kita punya banyak uang.
5. Saat terkumpul 5 juta pertama, langsung depositokan. Untuk tahap awal, bisa coba deposito yang 3 bulan dulu. Selanjutnya, jika sudah terlatih memanage bisa ambil deposito yang tahunan.
6. Simpan bilyet deposito 1. Mulai menabung lagi hingga terkumpul 5 juta ke-2, lalu depositokan lagi seperti proses sebelumnya. Begitu seterusnya hingga terkumpul banyak bilyet 😂. Keuntungannya, saat kita benar-benar butuh uang banget, ga semua deposito dicairkan. (Kalau bisa sih jangan terpakai ya).
7. Simpan semua bilyet di tempat yang aman. Dan pliiiiis, jangan diinget-inget kalau kita punya deposito sekian, tabungan sekian. Tetap hidup sewajarnya. Untuk semua hal yang gak bikin kita mati kalau gak beli, berarti bisa ditunda/dicancel!!!
8. Setelah terkumpul 25 juta pertama, silakan jadikan 1 deposito. Dan ingat, tetap menabung. Lakukan seterusnya hingga kebiasaan ini benar-benar menjadi life style kamu dan keluargamu.
9. Mulai dari point no 1 lagi, hingga terkumpul 25 juta ke-2, lalu satukan deposito kamu menjadi deposito 50 juta pertama kamu, dst dst dst hingga suatu saat nanti akan tercipta tabungan 100 juta pertama kamu. Aamiin ...
Nikmati prosesnya. Jangan lupa untuk dipotong zakat maal dan sedekah. Ini bukan masalah uangnya, tapi bagaimana kita membentuk mental kaya. Saat orang sibuk menghabiskan/membelanjakan uangnya, mari kita sibuk menabung uang kita. Setelah terkumpul uang dalam jumlah tertentu, kita dapat membeli aset untuk menambah tabungan kita dalam bentuk lain.
Selamat mencoba 🤗
DS, 9 Januari 2017
(inisial di ambil dari FB temen, cuma lupa siapa namanya)
1. Tunda semua kesenangan yang pake duit. Ex : jajan, beli pakaian, sepatu, tas, etc.
2. Tiap dapat rezeki, langsung alokasikan mau nabung berapa. Jangan nunggu sisa baru nabung.
3. Buka rekening khusus untuk menabung. Tapi rekeningnya yang tanpa atm ya.
4. Setiap menabung di bank, ingat untuk melakukan hal ini : DATANG, TABUNG, LUPAKAN! ---> Maksudnya ga usah diinget-inget lagi kalau kita punya tabungan sekian. Untuk melatih otak kita agar tidak panas saat kita punya banyak uang.
5. Saat terkumpul 5 juta pertama, langsung depositokan. Untuk tahap awal, bisa coba deposito yang 3 bulan dulu. Selanjutnya, jika sudah terlatih memanage bisa ambil deposito yang tahunan.
6. Simpan bilyet deposito 1. Mulai menabung lagi hingga terkumpul 5 juta ke-2, lalu depositokan lagi seperti proses sebelumnya. Begitu seterusnya hingga terkumpul banyak bilyet 😂. Keuntungannya, saat kita benar-benar butuh uang banget, ga semua deposito dicairkan. (Kalau bisa sih jangan terpakai ya).
7. Simpan semua bilyet di tempat yang aman. Dan pliiiiis, jangan diinget-inget kalau kita punya deposito sekian, tabungan sekian. Tetap hidup sewajarnya. Untuk semua hal yang gak bikin kita mati kalau gak beli, berarti bisa ditunda/dicancel!!!
8. Setelah terkumpul 25 juta pertama, silakan jadikan 1 deposito. Dan ingat, tetap menabung. Lakukan seterusnya hingga kebiasaan ini benar-benar menjadi life style kamu dan keluargamu.
9. Mulai dari point no 1 lagi, hingga terkumpul 25 juta ke-2, lalu satukan deposito kamu menjadi deposito 50 juta pertama kamu, dst dst dst hingga suatu saat nanti akan tercipta tabungan 100 juta pertama kamu. Aamiin ...
Nikmati prosesnya. Jangan lupa untuk dipotong zakat maal dan sedekah. Ini bukan masalah uangnya, tapi bagaimana kita membentuk mental kaya. Saat orang sibuk menghabiskan/membelanjakan uangnya, mari kita sibuk menabung uang kita. Setelah terkumpul uang dalam jumlah tertentu, kita dapat membeli aset untuk menambah tabungan kita dalam bentuk lain.
Selamat mencoba 🤗
DS, 9 Januari 2017
(inisial di ambil dari FB temen, cuma lupa siapa namanya)
Langganan:
Postingan (Atom)
Kehamilan Kedua
Waktu itu tanggal 7 Februari 2021, ada seseorang share di grup wa tentang seleksi beasiswa S2 tazkia jurusan magister ekonomi sy...
-
Konsul Dokter Penyakit Dalam (12 Maret 2018) Di RSUP Fatmawati, kita konsul ke poli sehari maksimal 1 poli. Jadi ga kayak di RS swasta git...
-
Sebagai orang kecil - menengah, pastinya kami ingin mencari cara alternatif supaya bisa cepat hamil dengan biaya yang murah meriah. Nah, b...
-
Bismillah.., Jika Mamak sudah sampai ke tahap ini, berarti besar kemungkinan mamak sudah melewati tahapan promil alami dengan maupun tanpa...